Senin, 21 Januari 2019

Kelebihan Daycare untuk Anak


Bagi Anda yang tinggal di kota besar, daycare atau TPA (Tempat Penitipan Anak)  seringkali menjadi alternatif terbaik untuk menitipkan anak selama bekerja di kantor. Tapi, banyak juga yang tidak begitu senang dengan pemikiran harus menitipkan anaknya seharian dengan anak-anak lain atau orang lain.

Namun, jika Anda sudah melakukan riset yang mendalam terhadap TPA yang dipilih, sebenarnya Anda tak perlu ragu lagi. Yakinlah bahwa anak berada di tangan yang tepat selama Anda beraktivitas.

Selain itu, beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa anak yang dititipkan di TPA justru mendapatkan banyak keuntungan dibandingkan anak-anak yang diasuh di rumah, yaitu:

- Anak-anak yang dititipkan di TPA jarang mengalami keterlambatan bicara sampai usia 3 tahun. “Kemungkinan, karena anak usia 1 sampai 1,5 tahun yang dititipkan di TPA mendapat rangsangan bahasa yang lebih intensif dari teman sebaya diban­dingkan anak yang berada di rumah,” ujar anggota tim peneliti, Ratib Lekhal, kandidat doktor dari Norwegian Institute of Public Health.
1.  Pandai bersosialisasi
Salah satu keterampilan yang bisa dipelajari anak Anda di tempat penitipan anak adalah bagaimana bersosialisasi. "Ia akan menghabiskan harinya untuk berinteraksi dengan anak-anak lain, maupun orang dewasa lainnya. Itu semua bermanfaat bagi perkembangan sosialnya," ungkap Jenny Garrett, penulis Rocking Your Role. Ia menambahkan, belajar bersosialisasi tak kalah penting dengan keterampilan perkembangan Si Kecil pada usia ini.
 
2.  Kualitas kognitif lebih baik
Sebuah studi dari US National Institute of Health menemukan bahwa anak-anak yang ditempatkan di daycare memiliki kualitas yang sedikit lebih baik dalam prestasi akademis dan kognitifnya, karena lebih banyak mendapatkan stimulasi. Para ahli juga mengatakan, lebih kecil risiko mereka untuk menjadi anak nakal saat beranjak remaja.

3.  Status kesehatan lebih baik
Sebuah studi yang ditampilkan dalam jurnal JAMA Pediatrics menemukan, anak-anak yang menghabiskan waktu di tempat penitipan anak saat usia sekitar 2 tahun memiliki sistem imun yang lebih kuat, sehingga ia akan lebih jarang sakit daripada anak-anak yang dirawat di rumah.
 
4.  Meredam kekecewaan
Salah satu hal yang memberatkan langkah Anda adalah saat Si Kecil tidak terima ketika Anda meninggalkan dirinya untuk pergi ke kantor. Bahkan, tak jarang rengekannya membuat Anda kewalahan. Namun, anak yang dititipkan di daycare disebut cenderung lebih mandiri dan tidak sesensitif anak yang ditinggalkan di rumah. Ia tidak akan ingat kapan dan seberapa sering Anda meninggalkannya di tempat penitipan anak, sehingga tidak akan ada rengekan lagi.
 
5.  Lebih mandiri
Anak yang dititipkan di daycare akan menghabiskan hari-harinya dengan banyak kegiatan bersama anak-anak lain. Hal itu bisa membuatnya lebih mandiri dan membantu mencegah anak Anda terlalu 'lengket' pada Anda.
 
6.  Mengajarkan rutinitas
Daycare sangat baik untuk mengajarkan rutinitas bagi anak Anda, karena mungkin saja Anda akan kerepotan jika melakukannya sendiri. Selain mendapatkan rutinitas untuk tidur siang, Si Kecil juga akan mendapatkan pelatihan tentang potty training

Bido menawarkan itu semua dengan banyak manfaat untuk anak Anda. Orang tua tidak perlu khawatir dengan berbagai hal.

Apalagi mengingat Bido sudah menginjak usia 6 tahun, dengan menghadapi berbagai macam tipe anak dan karakter yang berbeda di masing-masing anak.
Semoga ke depannya kami dapat terus memberikan yang terbaik untuk anak-anak semua, calon pemimpin masa depan bangsa.


Senin, 15 Januari 2018

Perayaan Kecil Ulang Tahun Bilik Dolan ke 5

Hitungannya masih dibilang balita. Masih pada tahap pembelajaran dan menyerap apa saja yang dilihat dan dirasakan oleh panca indera. Itu yang dialami oleh seorang anak menginjak usia yang kelima, dan sama halnya dengan Bilik Dolan yang genap berulang tahun ke 5 di bulan Januari ini.

Mungkin ini adalah saat Bilik Dolan semakin mampu memperhatikan dan mempelajari apa yang menjadi kebutuhan terbaik untuk anak-anak, khususnya anak-anak yang datang ke bilik kami.

Tingkat kebutuhan anak yang antara satu dengan yang lain berbeda. Ada anak yang lincah ekspresif dan ada anak yang cenderung tenang dan memerhatikan teman-temannya. Ada pula anak yang dominan dalam bermain, tetapi di lain sisi ada juga yang "ngikut saja".

Dalam belajar pun kami juga memerhatikan bahwa ada anak yang memiliki kekuatan di bidang berhitung dan ada pula anak yang memiliki kelebihan di bahasa atau verbal (kemampuan cas cis cus dalam berbahasa asing sudah tidak diragukan lagi pada anak-anak di BiDo).

Hal itu yang akan menjadi tolok ukur Bilik Dolan dalam memberikan yang terbaik pada saat mereka ada di BiDo. Sejalan dengan visi dan misi BiDo untuk semakin menyiapkan diri untuk mampu mengarahkan dan membimbing sekaligus menjembatani apa yang menjadi kepentingan terbaik bagi anak - tidak hanya sebagai sebuah wadah atau tempat menunggu orangtua menjemput. Kami masih percaya bahwa sekolah adalah institusi terbaik tempat anak menuntut ilmu (pemenuhan Hak dalam Tumbuh Kembang), tetapi kami pun juga ingin mengusahakan bahwa anak-anak yang ada di BiDo pun terpenuhi 3 hak anak lainnya, yaitu Hak Hidup, Hak untuk mendapatkan Perlindungan, dan hak Berpartisipasi dalam mengungkapkan pendapat.
Image result for 4 hak anak

Doakan kami selalu semangat untuk memberikan yang terbaik untuk anak, secara khusus anak-anak yang selalu hadir di BiDo.

Selamat Ulang Tahun Bilik Dolan :)
Makan bareng.. Nasi kuning. Pake lilin.
Sekali-sekali perayaan dengan makanan tradisional.
Selamat Ulang Tahun, Bido.


Ekspresi Ucapan Ulang Tahun si Anak

Ini ada roadmap-nya, perjalanan BiDo masih panjang, katanya

Met Ultah BiD'

Kamis, 11 Januari 2018

Ini Liburan Kami, Liburan Kamu? (Bagian 2)

Kalo Papa biasanya sama temen-temennya suka Nobar, nontonin sepak bola. Kalau kami, kami juga bisa Nobar loh. Nonton bareng film keren.
Dan pada kesempatan mengisi liburan sekolah sekalian liburan akhir tahun 2017 - berhubung papa dan mama masih sibuk bekerja, BiDo mengajak anak-anak yang sudah cukup umur untuk mengerti film, menonton film yang lagi kekinian di bulan Desember lalu. Setelah terlebih dahulu di cek isi, cerita dan gambar, maka badan sensor film lokal (tim BiDo) menyatakan film COCO lulus sensor.

Related image

Film tentang apa sih ini?
Coco adalah film animasi dari Disney yang menceritakan seorang anak di Mexico yang bernama Miguel yang memiliki cita-cita menjadi seorang musisi, tetapi dihadapkan pada kenyataan bahwa dia tumbuh dari keluarga yang membenci musik. Selanjutnya Miguel memperoleh semangat untuk mewujudkan mimpinya setelah dia dipinjamkan sebuah alat musik berupa gitar pada sebuah acara karnaval. Dengan keberadaan hantu-hantu yang lucu dan menyenangkan akhirnya Miguel dapat mengikuti kompetisi musik.

Sudut pandang adik-adik kecil kita mengenai film COCO:
"Filmnya lucuuuu, musiknya bagus-bagus. Trus si Dante lucu. Tapi aku mau nangis pada saat akhirnya, pas lagu Remember Me". "Filmnya bagus, ada sedihnya. Aku nangis nontonya pas akhir", "Filmnya seruuuuuuu".
Itulah pendapat-pendapat sineas cilik di BiDo.

Beneran loh kita nonton Coco (melirik superhero di belakang)

Perbekalan sudah siaaaap?

Bioskop baru, wangi dan dingiiin

Menunggu studio dibuka

Kapaaaan yaaaah bisa nonton yang dibelakang itu
(curi-curi pandang - belum cukup umur)

Ini Liburan Kami, Liburan Kamu? (Bagian 1)

Libur telah tiba, ulangan umum sudah lewat untuk kakak-kakak yang di Sekolah Dasar. Sedang yang masih bersekolah di Kindergarten (PAUD) hingga yang di Taman Kanak-kanak, jadwal belajar (bermain) pun sudah mulai berkurang. Pada hari-hari biasa, jam pagi tidak lebih dari 4 anak saja. Tapi pada pertengahan bulan Desember lalu, mulai pagipun pasukan kecil sudah hadir di BiDo. Tawa dan canda malah sudah mulai dari pukul 8 pagi.
"Karena Papa dan Mama masih ngantor, trus di rumah juga bosan ga ada teman", kata perempuan cilik yang masih memakai piyama tidurnya di suatu pagi.
Setelah makan pagi dan melakukan senam pagi dan JJP (Jalan Jalan Pagi), lantai Bilik Dolan, yang tadinya berwarna coklat tua pun menjadi warna-warni dari berbagai mainan yang disebar mereka. Balok-balok berwarna bercampur dengan mobil-mobilan dan boneka-boneka. Pensil warna dan spidol berwarna tercecer bebas, dan beragam gambar kreasi dan hasil imajinasi anak-anak tertempel rapi - setelah diberi bintang oleh Tante Tiki.

Apa yang menjadi kegiatan utama di bulan Desember bertepatan dengan hari libur di akhir tahun 2017.

Bilik Dolan punya beberapa program kegiatan bersama anak, seperti:
Kunjungan ke Kalbe Care - Aeon Mall BSD.
Bilik Dolan bekerja sama dengan Kalbe Care, mengadakan acara kecil untuk anak-anak BiDo. Kami mengajak anak-anak untuk beraktifitas di KalCare yang berlokasi di BSD, untuk melatih anak-anak BiDo untuk mengasah keterampilan untuk perkembangan anak-anak. Kegiatan-kegiatan yang telah mereka lakukan adalah membuat prakarya, menghias pudding (hmmmm... enaaaaaak), permainan lomba menyusun puzzle, dan yang tidak kalah penting dan menjadi agenda utama adalah mengukur berat dan tinggi badan anak-anak untuk mengetahui serta memantau tumbuh kembang anak-anak BiDo. Kegiatan ini dilakukan oleh Health Advisor dari Kalbe Care.

Kayak gimana sih keseruannya?
Kami Senang, Kami Sehat...

Pendaftaran sebelum ditimbang dan diukur... kayak lagi di dokter yah?

Puzzle... puzzled 
Aksi para Dekorator Cilik...
Berimajinasilah semaksimal mungkin


Terimakasih untuk pengecekan kami KalCare...

Kamis, 07 Desember 2017

Yang Tertangkap Lensa...
Mencicipi sayur hasil masak-masakan bersama tante TQ

Kala si kakak belajar, aku pun ingin belajar...
Saat karakter Minecraft harus belajar!

Kalau Sayur Suka Kamu Gimana Dong?

“Pokoknya aku ga suka sayur. Masak yang lain aja. Aku gak mau sayur”. Ocehan dan omelan ini sering muncul pada saat menjemput adik-adik manis ini pulang sekolah. Saat si kecil berjumpa di depan lobi sekolah, pertanyaan yang keluar dari mulut mereka adalah, “di BiDo masak apa?”. Mereka akan memberondong dengan pertanyaan-pertanyaan seputar makan siang yang sesuai dengan yang mereka harapkan. “Ada ayam goreng? Pake kentang goreng? Ada Spaghetti?”. Dan pengasuh pun akan memberikan jawaban, ”Ada makanan enak di Bido, pokoknya enak, dan dimasak sendiri loh”. Dan untuk melatih anak untuk rajin mengkonsumsi serat, kami pun biasa mengungkapkan makanan yang terenak adalah “SAYUR”.

Jawaban pamungkas dari tanggapan anak-anak kami berupa “AKU GA SUKA SAYUR”, adalah “Lho, tapi kan sayur suka kamu. Sayur mau kamu loh”. Dan si kecil pun mulai diam, berusaha mencari sanggahan berupa kalimat lain.

Tantangan utama adalah bagaimana supaya anak ‘tidak harus suka makan sayur, tapi mau makan sayur’, mengingat makanan mengandung serat adalah asupan penting bagi sistem pencernaan, khususnya di usia mereka. Ide-ide pun dicari dari beragam resep keluarga, sampai pada resep-resep mutakhir yang diperoleh dari internet.

Ide lain untuk ‘memaksa’ asupan serat kedalam tubuh-tubuh kecil yang sedang dalam proses tumbuh kembang adalah pemberian buah dalam bentuk jus.
Waduh, jus apa dulu nih yah? Jus-jus dalam box yang dijual di maret-maretan? Yang kandungan gulanya bias sangat tinggi?

Orangtua kamilah yang membantu kami menyumbangkan resep-resep jus buah yang memiliki kandungan serat yang baik, plus TANPA GULA sama sekali. Konsultasi dengan dokter gizi-lah yang membuat kami memutuskan untuk membuat jus homemade. Alhasil, setiap pagi kami pun berburu buah-buahan segar dan kemudian membuat jus tersebut. “Bukan sari buah, tetapi jus, benar-benar ada buahnya, bentuknya bukan cair seperti air, melainkan seperti bubur”.

Lantas, apakah anak-anak suka dengan bentuk jus yang seakan-akan seperti bubur buah ini?
Kadang beberapa anak minta tambah, dan kadang persediaan jus untuk satu hari pun ludes tanpa sisa. “Kalau sudah habis, kami masih punya pisang”, lanjut salah satu pengasuh anak yang sedang sibuk menyendok jus kedalam mulut seorang anak yang belum apa-apa sudah mangap lagi, menunggu sendok yang berisi jus berwarna merah tua (dari buah naga) itu masuk dalam mulut mereka.
Dan setelah mereka sudah terbiasa dengan makanan berserat, jurus selanjutnya yaitu sayur-sayuran.


Dari anti sayur menjadi “Ada sayur?”

Informasi tentang Buah Naga,
  1. Buah naga merah bermanfaat untuk meningkatkan daya tahan tubuh si kecil, sehingga tidak mudah terserang penyakit.
  2. Mampu meningkatkan kecerdasan anak, karena buah naga merah bermanfaat juga untuk meningkatkan daya kerja otak anak.
  3. Membantu tumbuh kembang si kecil yang optimal.
  4. Membantu memperkuat tulang karena kandungan kalsiumnya.

Good for Bones and Blood

With its calcium and iron content, the dragon fruit is also good for your bones and blood. The Food and Agricultural Organization of the United Nations considers dragon fruit a fruit of "high nutritional value" due to its calcium content. One small fruit meets 1 percent of the daily value. The dragon fruit is an even better source of iron, meeting 8 percent of the daily value. In addition to promoting bone health, calcium is needed for proper muscle function and nerve transmission. Iron, meanwhile, is necessary for carrying oxygen throughout your body. The dragon fruit's high vitamin C content enhances the body's ability to absorb more iron from the fruit.

Minggu, 03 Desember 2017

Mewarnai…



“Pokoknya walnanya ga boeh kuar galis”, celetuk seorang anak pada anak kecil disebelahnya. Matanya tetap menatap kertas yang sudah ada gajah dan tangan mungkilnya yang sibuk memegang pensil warna. Perlahan-lahan dia mulai mewarnai dengan menggunakan warna hijau. Teman disebelahnya masih sibuk memperhatikan temannya, dengan memegang pensil warna berwarna kuning di tangannya. Dan ia mulai merengek ke pengasuhnya untuk meminta bantuan dalam mewarnai kertas bergambar badut dihadapannya.

Setiap orang tua pasti menginginkan pertumbuhan dan perkembangan motorik yang optimal untuk anaknya. Dan stimulasi-stimulasi sederhana yang dimulai pada tahap tumbuh kembang anak adalah sangat penting. Tidak perlu hal-hal yang rumit apalagi mengeluarkan biaya besar hanya untuk melatih si kecil. 

Menggambar dan mewarnai adalah cara yang paling sederhana untuk melatih otot-otot di tangan si mungil itu. Pertanyaan yang paling mendasar adalah waktu. Orangtua yang tentunya sudah sangat disibukan dengan kegiatan-kegiatan rapat ditambah pekerjaan yang menumpuk di meja kerja, tentunya tidak memiliki waktu yang cukup untuk membimbing si anak untuk mengembangkan keterampilan motorik bagi si anak. Lepas dari semua upaya yang dilakukan orangtua itu ditujukan untuk si buah hati.

Bilik Dolan-lah yang kemudian memberikan sarana dan bantuan bagi orangtua untuk melatih dan mengembangkan keterampilan dan kemampuan motorik-anaknya yang tinggal sementara di tempat kami. Berbagai bentuk kegiatan melatih motorik dilakukan bagi anak-anak di Bilik Dolan, dari mewarnai, menggambar, lempar tangkap bola, bermain balok, masak-masakan dengan mainan, bermain pasir, dan segala bentuk kegiatan lain dilakukan saat mereka berada bersama kami.


“Gajahnya pake walna melah yah tante, bial keliatan lucu yah?” tambah si kecil – sebuah pembebasan imajinasi dan kreatifitas si anak.

Keceriaan anak-anak Bilik Dolan di Taman Kota

Halo semua.... Berjumpa kembali dengan blog Bilik Dolan... Setelah sempat ditutup beberapa lama untuk direnovasi, kembali Taman Kota 1 di...