Selasa, 19 Februari 2019

Sekilas Tentang Kami


Bilik Dolan adalah sebuah Rumah Singgah atau Day Care yang dikelola oleh Felix dan Rozetta.

Bilik Dolan Daycare telah ada untuk membantu para orang tua dalam menjaga anak-anak sejak bulan Januari 2013.


Hi....perkenalkan, saya Rozetta atau lebih dikenal dengan nama kecil saya “Tiki”

Saya adalah ibu dari seorang anak laki-laki berumur 9 tahun bernama Nathan.

Diawal 2013 saya membuka Tempat Penitipan Anak “Bilik Dolan” Day Care.

Saya mempunyai pengalaman menjaga 2 orang anak berusia 3 dan 5 tahun di sebuah keluarga di Jerman pada saat saya mengikuti program “Au-Pair Maedchen” tahun 2000-2001. Program tersebut adalah program belajar bahasa Jerman dimana saya dapat tinggal dan bersekolah bahasa sambil bekerja sebagai baby sitter di sebuah keluarga Jerman.

Di keluarga tersebut saya bertanggung jawab penuh untuk menjaga putra putri mereka setiap hari dari pagi sampai sore menjelang malam hari, dimana kedua orangtua mereka adalah pekerja yang sangat sibuk. Saat itu saya diberi kepercayaan penuh oleh mereka untuk mendampingi putra dan putri mereka agar putra putri mereka dapat bermain dan beraktivitas dan membuat mereka merasa nyaman.

Dengan berbagai pengalaman yang saya miliki baik sebagai seorang ibu maupun sebagai seorang pekerja saya mendirikan Tempat Penitipan Anak "Bilik Dolan" dengan dibantu oleh 1 orang asisten 3 orang pengasuh yang sudah berpengalaman dalam berinteraksi dengan anak-anak. Di Bilik Dolan anak-anak tidak hanya diawasi namun juga diajak untuk berinteraksi, bermain dan beraktivitas dengan cara yang menyenangkan. 

Kami berharap Tempat Penitipan Anak "Bilik Dolan" dapat menjadi mitra OrangTua dalam membantu dan mempersiapkan anak sejak usia dini untuk siap menghadapi pendidikan sekolah dan berinteraksi dengan lingkungannya.









Felix mempunyai anak 1 berusia 8.5 tahun sekarang.
Saya lama berkecimpung di dunia anak-anak, pernah menjadi kepala sekolah home schooling Shiny Study Center dan mengurusi home schooling serta bekerja sama dengan Diknas Tangerang Selatan.
Saya suka dengan anak-anak dan mempunyai impian agar setiap anak dapat berkembang sesuai dengan kemampuan dan kapasitasnya masing-masing. Dimana setiap anak itu pada dasarnya berbeda-beda.
Bagi saya, mengurus daycare ini merupakan tugas mulia, dimana anak-anak merupakan generasi emas yang perkembangannya perlu kita pantau dan arahkan bersama.

Semoga kehadiran Day Care  Bilik Dolan dapat memberikan sinar terang bagi anak-anak semua dan menjadikan fondasi yang baik bagi anak-anak tersebut ke depannya.



Rabu, 13 Februari 2019

Valentine, Yuk Ajarkan Anak Bahasa Kasih

Valentine adalah momen yang dimanfaatkan para pasangan kekasih untuk saling mengungkapkan cinta. Namun,dalam keluarga bisa dong kita melibatkan anak-anak dalam merayakan hari kasih sayang ini. Tak perlu susah-susah melakukan aktivitas yang berlebihan, cukup ajarkan bahasa kasih pada buah hati Anda.

Nah sehubungan dengan hari Valentine, kami di Bilik Dolan juga ikut merayakannya secara sederhana. 

Dengan membuat kartu ucapan yang dibuat oleh masing-masing anak dan akan diberikan kepada orang tuanya.  

Ada banyak manfaat mengenalkan bahasa kasih pada anak-anak. Pertama, anak bisa mengerti bahasa kasih apa yang orangtua berikan untuknya. Kedua, kita bisa mengajarkan pada anak bahwa ada banyak sekali bentuk cinta di dunia ini. Dengan demikian, anak-anak bisa mengenali perasaan cinta mereka kepada orangtuanya, begitupun sebaliknya.
Gary Chapman dalam bukunya berjudul The 5 Love Languages merumuskan lima bahasa kasih yang sebaiknya dimengerti oleh setiap orang. Buku tersebut sudah diterjemahkan dalam lebih dari 50 bahasa. Ini dia 5 bahasa kasih yang bisa Anda ajarkan untuk anak-anak.
  • Kata Peneguhan
Ada orang-orang tertentu yang selalu mengatakan kata-kata peneguhan sebagai bentuk kasih. Untuk pasangan, contoh kata peneguhan adalah saling mengucapkan cinta dengan kata-kata cinta atau mengucapkan terima kasih untuk hal-hal yang sepele. Untuk anak-anak, mereka mungkin bisa lebih mudah memahami bahasa kasih ini. Apa yang selalu diucapkan orangtua untuk mereka adalah bentuk kasih yang paling konkret.
  • Waktu Berkualitas
Bentuk cinta lain yang bisa Anda berikan kepada anak adalah waktu yang berkualitas. Sesibuk apa pun Anda dalam masalah lain, Anda harus memberi pengertian kepada anak-anak bahwa Anda akan selalu ada waktu untuk mereka. Bentuk kasih berupa waktu berkualitas, misalnya kebersamaan, percakapan berkualitas, atau pengalaman mengesankan.
  • Hadiah
Bentuk kasih selanjutnya adalah hadiah. Sebagai orangtua, Anda tentu sering memberikan hadiah kepada buah hati Anda, begitupun sebaliknya. Yang penting di sini bukanlah seberapa mahal hadiah yang diberikan. Akan tetapi, seberapa tulus hadiah tersebut. Anak-anak biasanya memang sangat suka hadiah. Ini adalah bentuk cinta yang paling sering diberikan oleh anak-anak kepada orangtua mereka.
  • Tindakan Pelayanan
Selalu melayani anak untuk apa pun yang dimintanya memang tidak baik. Akan tetapi, sesekali membuatkan anak sarapan atau memasakkan makanan kesukaannya adalah bentuk cinta yang cukup bermakna.
  • Sentuhan Fisik
Sentuhan fisik adalah bentuk cinta yang paling nyata. Memeluk, mencium, dan membelai anak adalah bentuk cinta yang akan langsung dirasakan oleh anak. Setiap orangtua pasti sering melakukan sentuhan fisik untuk anak-anak mereka.

Mengapa bentuk kasih ini harus diajarkan kepada anak-anak? Alasannya adalah karena tidak ada orangtua yang bisa memberikan semua bentuk cinta tersebut kepada buah hatinya. Ada satu bentuk kasih yang paling menonjol dan ada beberapa yang tidak menonjol. Jika Anda tidak bisa memberikan waktu berkualitas kepada anak, setidaknya anak tahu bahwa orangtua mencintainya dengan cara lain. Anak akan tahu tidak semua cinta harus dinyatakan dalam bentuk yang sama. Satu hal yang pasti adalah setiap orangtua pasti mencintai anak-anak mereka.



Minggu, 10 Februari 2019

Jangan Remehkan Manfaat Membacakan Buku untuk Anak Sejak Dini

Sebagian orang tua mungkin malas atau tidak sempat meluangkan waktu untuk membacakan buku kepada buah hatinya. Atau mungkin berpikir bahwa Si Kecil belum paham jika Anda membacakannya sebuah cerita. Padahal, banyak manfaat membaca buku yang dapat dirasakan oleh anak saat dia beranjak besar nanti.
Tidak ada kata terlalu cepat untuk mulai membacakannya buku. Bahkan, Anda sudah boleh memulainya sejak dia berada di dalam kandungan dan meneruskan kebiasaan ini setelah dia lahir. Bayi memang belum mengerti benar kata demi kata yang Anda ucapan, namun mendengar suara Anda, bisa merangsang ketertarikannya pada suara sekaligus melatih kemampuan mendengarnya.

Di Bilik Dolan, kami juga mengadakan kegiatan membacakan buku untuk anak secara rutin dan bergantian untuk semua anak-anak yang berada di sini.
Jenis bukunya pun beraneka macam, kebetulan pada hari ini kami membacakan majalah untuk anak-anak yaitu Bobo.
Buku-buku yang kami sediakan kebanyakan buku yang mengedukasi anak dan kemampuan berpikir serta kreativitas anak.

Manfaat Membacakan Buku untuk Anak

Menurut beberapa penelitian, berikut manfaat membacakan buku kepada Si Kecil:
  • Berkenalan dengan kosakata
    Manfaat membaca untuk anak bisa membantunya berkenalan dengan kosakata, sehingga bisa membantu meningkatkan keterampilan berkomunikasinya. Intinya, semakin sering dia mendengar, maka semakin baik pula kemampuan berbicaranya kelak.
  • Belajar mengenal konsep
    Tidak hanya kosakata, anak juga bisa mengenal konsep tentang segala sesuatu yang berada di sekitarnya seperti warna, huruf, angka, bentuk, atau benda.
  • Membuat otaknya aktif
    Semakin sering Anda membaca untuknya, maka semakin aktif pula otaknya. Pengolahan semantik atau kemampuan untuk mengerti makna dari kata-kata, menjadi lebih aktif. Kinerja otak seperti ini tidak sama jika anak mendengar sebuah cerita dari TV atau gadget.
  • Melatih anak berimajinasi
    Membaca untuk buah hati diasumsikan bermanfaat memicu imajinasi mereka. Tak terbatas pada imajinasi, manfaat membaca untuk anak juga ternyata dapat merangsang kreativitas mereka.
  • Bekal ketika belajar membaca nanti
    Anak yang sedari kecil sudah terbiasa dibacakan buku oleh orang tuanya, dipercaya akan lebih mudah untuk belajar membaca.
  • Membangun kemampuan kognitif (berpikir) anak
    Ini termasuk perkembangan rentang atensi (perhatian), ingatan, kemampuan menggunakan kata-kata dalam komunikasi, kemampuan memecahkan masalah, dan kemampuan bernalarnya. Hal ini juga penting untuk bekalnya bersosialisasi saat beranjak besar.
  • Menciptakan hubungan yang baik untuk Anda dan Si Kecil
    Hubungan Anda dan buah hati menjadi lebih dekat secara fisik maupun emosional dengan membacakan buku untuknya. Tidak hanya baik untuk tumbuh kembang anak secara umum, beberapa ahli juga meyakini bahwa manfaat membaca bagi Si Kecil dapat menumbuhkan rasa empati dan kecerdasan emosional.

Tips Agar Buah Hati Senang saat Dibacakan Buku

Hal terpenting dari manfaat membaca buku yaitu adanya interaksi antara Anda dan Si Kecil. Jadi, disarankan untuk tidak hanya sekadar membaca kata demi kata. Buatlah sebuah pengayaan cerita atau gambar sesuai dengan dunia nyata. Sebagai contoh, jika ada tulisan celana berwarna biru di buku, Anda bisa menunjuk celana berwarna merah yang sedang dipakainya, sambil mengucap, “Kamu lebih suka celana warna biru atau celana warna merah?”
Tips lain yang bisa Anda terapkan, antara lain:

  • Pilihan buku
    Ketika membaca untuk Si Kecil yang masih di dalam kandungan atau bayi yang baru lahir, atau berusia beberapa bulan, Anda bisa mengambil bahan bacaan dari manapun seperti koran, majalah, atau novel yang saat ini sedang Anda baca. Namun ketika bayi Anda sudah lebih besar, Anda bisa mulai membacakan buku yang menarik perhatiannya.
    Si Kecil mungkin suka dengan buku yang penuh warna atau gambar-gambar yang terkait dengan lingkungan sekitarnya. Atau mungkin juga Anda bisa membelikannya buku yang dilengkapi oleh permainan atau lagu. Ingat, bayi senang menggigit sesuatu termasuk buku, jadi disarankan untuk memilih material buku yang tebal agar tidak cepat rusak.
  • Perhatikan intonasi suara
    Bayi yang masih berusia beberapa bulan lebih menyukai bahasa yang memiliki ritme, ketimbang mendengar isi ceritanya. Jadi, untuk membuat kegiatan membaca ini menjadi lebih menarik, gunakan intonasi suara yang berbeda-beda untuk setiap kata. Pengulangan kata juga bisa Anda lakukan guna melatih kemampuannya berbahasanya.
  • Luangkan waktu untuk membaca
    Membaca bisa kapanpun Anda lakukan, tidak harus menunggu Si Kecil memintanya. Namun saat membaca dengan Si Kecil, jadikanlah kegiatan tersebut momen yang menyenangkan. Matikan sumber suara lain seperti TV, radio, atau ponsel agar konsentrasi Si Kecil tidak terganggu.
  • Jangan hanya buku
    Anda juga bisa membacakannya majalah, koran, atau tulisan pada kemasan seperti makanan atau mainan. Jadi, tidak hanya buku saja sumber bacaan Anda. Tetapi jangan lupa, bacakan sumber bacaan lain yang sesuai dengan usianya.
  • Membaca di hadapannya
    Biasakanlah untuk membaca di hadapannya. Dengan begitu, Si Kecil akan mengetahui betapa pentingnya hobi membaca ini bagi Anda.

 Jika Anda tidak melakukan kegiatan ini saat buah hati masih di dalam kandungan atau masih bayi, tidak perlu resah. Anda bisa mulai melakukannya saat ini juga, karena tidak ada kata terlambat bagi buah hati untuk mengambil manfaat dari membaca buku. Jadi, mulailah meluangkan waktu tiap harinya untuk membacakan sesuatu bagi Si Kecil.





Rabu, 06 Februari 2019

Manfaat dan Cara Menjalankan Tehnik Time Out Bagi Anak

Salah satu teknik ampuh untuk mendisiplinkan anak adalah dengan teknik “time out” atau sudut diam. Dalam hal ini, banyak orangtua yang mengira bahwa time out adalah hukuman bagi anak. Padahal, sesungguhnya time out bukanlah hukuman, melainkan strategi untuk mengajari anak-anak mengendalikan diri dan menenangkan diri mereka sendiri. 

Time out melatih anak-anak untuk belajar mengatur pikiran dan perasaan mereka, sampai mereka siap mengungkapkannya dengan baik pada Anda selaku orangtuanya. Dengan demikian, anak-anak pun dapat berlatih untuk bersabar dan mengerti konsep bertanggungjawab atas perilaku mereka.

Sebelum memberlakukan aturan time out, orangtua dan anak harus memiliki kesepakatan terlebih dahulu. Minimal, orangtua harus menegaskan pada anak bahwa di dalam rumah, ada perbuatan-perbuatan buruk yang tidak dapat ditoleransi dan punya konsekuensi. Misalnya, Anda bisa menetapkan bahwa memukul, berteriak marah, merebut, berbohong, dan melempar barang-barang adalah perilaku yang tidak boleh dilakukan. Maka tegaskan bahwa ketika anak melakukan salah satu atau semua perbuatan tersebut, mereka harus siap menanggung konsekuensinya, yaitu duduk di sudut diam yang sudah ditentukan.

Yang tak kalah penting adalah kekompakan orangtua. Aturan rumah tidak akan pernah berlaku jika orangtua tidak kompak dalam menjalankannya. Dan percayalah, sesungguhnya anak-anak adalah penilai yang sangat baik. Mereka akan belajar dan akhirnya tahu, siapa orangtua yang bisa berpihak kepadanya dan mau menuruti keinginannya. Intinya, jangan saling remehkan keputusan pasangan Anda masing-masing.
Tentu saja, kami di Bilik Dolan kadang kala menjalankan tehnik time out ini untuk beberapa anak yang memang lagi susah diatur atau lagi bandel-bandelnya.
Tehnik Time Out ini menjadi penting bagi anak-anak di Bilik Dolan.

Lalu bagaimana menjalankan teknik “time out” ini?
1. Berikan peringatan terlebih dahulu
Menarik anak langsung ke sudut diamnya ketika mereka bertingkah laku buruk bukanlah hal yang tepat. Karena sering kali, anak-anak sendiri belum faham bahwa yang mereka lakukan itu salah. Dan bila ini terjadi, anak-anak pasti akan semakin marah dan merasa diperlakukan tidak adil.
Kita bisa menentukan bentuk peringatan, dan anak-anak harus tahu itu. Ketika anak berlompat-lompatan di kasur dan menginjak tangan adiknya yang masih bayi, kita bisa memberinya “warning” segera setelah perbuatan pertama dilakukan. Misalnya, “Mas, tolong segera turun, kasihan adik nanti kena tangannya. Jika mas masih lompat-lompat lagi, silakan duduk di sudut diam,”. Atau bisa juga dengan “berhitung” tiga kali pelanggaran dan masuk sudut diam segera setelah pelanggaran ketiga dilakukan.
2. Pastikan anak mendengarkan Anda
Sering kali, kita memberikan peringatan pada anak secara sambil lalu. Atau hanya berteriak dari tempat kita berdiri atau duduk, sementara anak-anak sibuk dengan diri mereka sendiri di ruangan yang lain. Contohnya, anak-anak sibuk bergelut di ruang tamu, sementara kita berteriak dari dapur sambil memasak. Bahkan sekalipun jarak dapur dan ruang tamu itu dekat, suara Anda tidak akan pernah bisa terdengar oleh mereka yang asyik dengan pergulatan mereka sendiri. Belum lagi bila sudah pecah tangis salah satu atau lebih dari mereka.
Saya pribadi lebih memilih mematikan kompor dan menghentikan kegiatan merajang sayuran, dan mendatangi mereka. Aturan tetaplah aturan yang harus diberlakukan.
Datangi anak, kemudian rendahkan diri Anda setinggi anak. Bicaralah dengan tenang dan pastikan bahwa anak Anda memperhatikan Anda. Menyentuh bahu atau mendudukkannya di pangkuan juga bisa membantu mendapatkan perhatian mereka.
3. Satu menit untuk setiap satu tahun umur anak
Time out efektif mulai bisa diberlakukan setelah anak berusia dua tahun, ketika mereka sudah mulai faham dengan bagaimana konsep time out itu diberlakukan. Patokannya adalah satu menit untuk satu tahun usia anak. Maka misalnya putera Anda berusia 3 tahun, maka time outnya 3 menit. Jika usianya 4 tahun, maka time outnya 4 menit dan begitu selanjutnya.
Percayalah, satu menit bagi seorang anak sangatlah berharga!
4. Tempatkan di sudut yang bisa dipantau
Kesalahan yang sering terjadi adalah orangtua mengunci atau mengurung anak di kamar atau bahkan di kamar mandi. Ini tidak akan efektif, anak-anak akan merasa takut dan diperlakukan dengan kejam oleh Anda, atau bahkan mereka bisa mencari jalan untuk kabur melalui jendela!
Tempatkan di area yang lapang dan bebas benda-benda yang dapat mencelakakan anak. Misalnya, di sudut ruang tengah. Tempatkan satu kursi kecil disana untuk mereka duduk, atau bisa diganti dengan karpet kecil untuk mengantisipasi lantai yang dingin. Pilih ruangan yang bisa Anda pantau dari tempat Anda atau minimal, anak tahu bahwa Anda memperhatikan mereka.
5. Perlihatkan pengatur waktu 
Pasang alarm dan letakkan di dekat mereka atau di tempat yang dapat mereka lihat. Disarankan untuk memilih pengatur waktu yang berukuran besar, agar anak-anak dapat melihat angkanya dan mendengar setiap detak yang berbunyi dari alarm tersebut. Selain itu, pengatur waktu yang besar juga dapat menghindarkan anak untuk melemparkan atau merusaknya.
6. Ulangi pengatur waktu bila anak meninggalkan tempat time outnya
Salah satu kunci kegagalan orangtua memberlakukan sistem time out adalah karena biasanya orangtua masih memberikan toleransi atau nego atau bisa ditawar ketika anak meninggalkan tempat time outnya. Misalnya, ketika seharusnya anak time out selama empat menit, ketika di menit ke tiga lebih lima detik mereka berlari pergi, orangtua membiarkannya.

Tidak ada tawar-menawar dalam time out. Katakan pada anak Anda, sebelum alarm berbunyi, mereka tidak boleh meninggalkan sudut diamnya. Dan bila mereka meninggalkannya, maka alarm akan diset lagi dari awal. Itu adalah sebuah “momok” menakutkan bagi seorang anak! Pastinya, mereka akan tahu, jika mereka semakin berbuat ulah, maka akan semakin lama pula mereka kehilangan waktu bermain mereka.

Ada anak yang dulu sering kali menggunakan alasan “mau pipis” untuk meninggalkan time outnya. Bahkan meski ia pipis betulan setelah saya bawa ke kamar mandi, tetap saya ulangi lagi dari awal time outnya. Ini sangat bermanfaat baginya untuk tahu bahwa saya tidak bermain-main dalam menerapkan aturan. Dan perlahan, akhirnya ia tidak lagi menggunakan “mau pipis” untuk menghindari time out.

7. Jangan interupsi time out
Awal-awal menerapkan time out, terkadang kami masuk dan mulai berbicara padanya. Ini dikarenakan kami tidak tega atau kasihan mendengarnya menangis, apalagi dengan gaya “mimbik-mimbik”nya yang meminta dikasihani. Tapi, ternyata itu sebuah kesalahan juga yang membuat ia tahu bahwa jika saya masuk dan menghiburnya, maka ia terbebas dari time out. Sejak saat itu, saya menegarkan diri untuk tidak terbujuk olehnya yang selalu jadi jurus ampuh meluluhkan hati kami.
Ya, waktu berbicara akan tiba, segera setelah alarm berbunyi.

8. Time out selesai, dan bicaralah
Setelah time out selesai, jangan biarkan anak terus menangis atau duduk di sudut diamnya. Dekati anak, dan berikan ia pelukan. Setelah itu, bicaralah dengannya. Kita perlu menanyakan pada mereka apa yang terjadi dan mengapa mereka melakukan kenakalan tersebut. Anak-anak pun harus belajar mengungkapkana lasan-alasan mereka dengan baik, dan belajar untuk tahu bahwa time out bukanlah hukuman bagi mereka. Mereka juga butuh bukti bahwa sudut diam bukanlah sudut kebencian Anda, melainkan sudut untuk menenangkan perasaan mereka.
Dan sekali lagi…
Kekompakan orangtua serta konsistensi orangtua adalah merupakan kunci sukses dari teknik time out ini.

Di bawah ini ada salah satu tehnik time out yang kami terapkan kepada anak-anak di Bilik Dolan.
Karena dia mengganggu temannya yang sedang bermain, anak ini kami time out dengan mewarnai di meja dan bangku yang sudah kami sediakan, sampai selesai, baru kemudian kami perbolehkan anak tersebut untuk bermain lagi dengan teman-temannya.



Keceriaan anak-anak Bilik Dolan di Taman Kota

Halo semua.... Berjumpa kembali dengan blog Bilik Dolan... Setelah sempat ditutup beberapa lama untuk direnovasi, kembali Taman Kota 1 di...