Jumat, 05 Oktober 2012




Yang perlu disediakan oleh Orang Tua : 
  • Sarapan 
  • Bantal / guling dan selimut pribadi 
  • Pakaian ganti 
  • Diapers (minimal 3 pc) – untuk anak dibawah 2 tahun 
  • Handuk, sikat gigi dan perlengkapan mandi (sabun, shampo, odol) 
  • Susu dan botol susu 
  • Obat-obatan / vitamin 


Yang perlu dilengkapi :
  • Fotocopi KTP Orang tua 
  • Fotokopi KK yang mencantumkan nama anak 
  • Foto Keluarga (bebas) dan Foto Anak 
  • Mengisi formulir pendaftaran & riwayat anak 
  • Menandatangani Perjanjian Penitipan Anak 
  • Menandatangani surat kuasa untuk memberikan pertolongan pertama pada saat anak sakit/kondisi darurat. 
  • Membayar biaya administrasi pendaftaran dan biaya penitipan (paling lambat 1 hari sebelum penitipan dimulai) 












































Artikel : Manfaat Bermain








Bermain adalah suatu aktivitas yang dapat membuat anak merasa senang dan bahagia.
"Pekerjaan utama" mereka sebagai anak-anak adalah bermain karena dengan bermain mereka banyak belajar hal-hal baru yang sangat berguna bagi perkembangan mereka. 
Menurut banyak literatur mengenai perkembangan anak usia prasekolah, tugas utama anak-anak adalah bermain.

Permainan untuk anak prasekolah dapat dikategorikan menjadi 4 bagian:

  1. Manipulatif : contoh kegiatan ini antara lain memegang dan menggenggam mainan kecil yang umumnya digunakan untuk membangun objek tertentu seperti blok-blokan, atau menyusun puzzle, karakter, biji-bijian, dan lainnya.
  2. Kreatif : kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan materi-materi dan lebih bersifat seni, seperti cat, tanah liat, spidol, pensil, buku gambar, lem, dan materi lainnya yang dapat mengasilkan suatu karya/seni. Permainannya menggunakan bahan-bahan tadi dalam serangkaian proses, bukan di penghujung proses.
  3. Fisik : kegiatan ini lebih kepada menggerakkan badan dalam bentuk aktivitas seperti bersepeda, bermain bola, lompat tali, hulahup, membangun struktur, dan lainnya.
  4. Drama : dalam permainan ini anak-anak diajak untuk memainkan suatu peran /sandiwara yang disutradarai, bisa menggunakan kostum, menggunakan mainan atau boneka untuk merepresentasikan karakter dalam cerita, dan menciptakan lokasi imajiner.



Keuntungan yang didapat dalam bermain antara lain:




Fisik :
Perkembangan motorik kasar dan halus bisa dilatih melalui permainan. Saat anak merasa nyaman bermain di luar ruangan, mereka akan mendorong dirinya untuk melakukan tantangan-tantangan baru sambil membangun kemampuan motoriknya. Contoh, saat menggenggam dan menggunakan barang-barang kecil bisa melatih anak menggunakan tangan dan jemarinya, dan ini akan membantunya melatih kekuatan serta koordinasi tangan misalnya saat menulis, menggunakan 
peralatan makan

Berbahasa :

Anak membangun kemampuan berbahasanya melalui permainan kooperatif. Kesuksesan mereka tergantung pada kemampuan dan kesabaran dalam menerangkan apa yang ada di kepala mereka.Belajar bersandiwara bersama teman-teman sebayanya juga bisa melatih anak untuk berbahasa. Di sekitar usia 4 tahun, kemampuan anak untuk menciptakan aturan, memiliki peran-peran spesifik, mengekspresikan minat atau keberatan, dan membicarakan hal-hal lucu mengenai situasi yang terjadi sudah mulai terbentuk. 


Konsep diri: 
Bersandiwara membangun kepercayaan diri yang kuat. Mencoba untuk menciptakan struktur permainan atau membangun blok-blok mainan adalah tantangan yang tak mudah untuk anak prasekolah. 

Perkembangan sosial : 

Bermain memberikan pondasi anak untuk belajar menyelesaikan masalah dan berkomunikasi dengan teman sebayanya. Melalui bermain dengan sesama temannya menciptakan suatu kerjasama yang dapat membantu mereka untuk bersosialisasi dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Selain itu, melalui bermain anak-anak dapat mengekspresikan perasaan mereka, baik perasaan senang, sedih, marah dan mereka juga dapat belajar untuk berbagi dan menghargai sesama. 







                   







Selasa, 31 Juli 2012

Prologue tentang Bilik Dolan

Latar Belakang Tempat Penitipan Anak 
"Bilik Dolan"

Kesibukan orang tua dalam mencari nafkah untuk sang buah hati seringkali menjadi bumerang bagi sang anak sendiri. Kebutuhan yang berusaha untuk dipenuhi dengan tuntutan hidup - baik di kantor, di lingkungan rumah yang membuat orang tua makin sibuk membanting tulang. Waktu memperhatikan sang anak menjadi sangat berkurang, malah sering ditemukan kasus orang tua yang jarang bertemu dengan anaknya sendiri. Kedekatan orang tua dengan anak semakin berkurang dan dalam beberapa kondisi anak akan seringkali lebih dekat dengan pengasuh/pembantu rumah tangga. Kondisi tersebut pernah dan malah masih kami alami. Berangkat pada saat anak kami masih tidur dan pulang pada saat anak kami mau tidur. Perhatian yang di berikan hanya dalam batasan menit (jangankan hitungan jam). Selebihnya pengasuh akan memberikan perhatian buat sang anak dengan gaya dan cara yang diluar ekspektasi kita. Televisi dengan acara sinetron yang mediocre, kegiatan-kegiatan yang seadanya untuk sang anak maupun perlakuan bagi sang anak yang belum tentu sesuai dengan keinginan kita (harapan kita sebagai orang tua adalah mendidik anak dengan berdisiplin dalam berprilaku tetapi didikan sang pengasuh - mungkin itu terlalu halus atau malah sebaliknya kasar malah membuat kita semakin tidak paham akan perkembangan anak kita sendiri). Sering pula kita mendengar kasus tindak kekerasan kepada anak yang sangat memilukan dari pengasuh, baik secara psikis maupun fisik yang dapat berpengaruh pada psikologis anak.

Dengan latar belakang ingin memberikan yang terbaik bagi buah hati, kami ingin berbagi kepada para Orang Tua yang harus bekerja, untuk memberikan perhatian dan kasih kepada anak-anak. Kami ingin memberikan rasa aman kepada para Orang Tua sekalian serta sukacita kepada sang buah hati. Semoga kita sebagai orang tua dapat secara bersama-sama memenuhi harapan anak-anak kita.

Keceriaan anak-anak Bilik Dolan di Taman Kota

Halo semua.... Berjumpa kembali dengan blog Bilik Dolan... Setelah sempat ditutup beberapa lama untuk direnovasi, kembali Taman Kota 1 di...